Diusulkan Sejak 2014, PLTGU Tenayan Diresmikan Menteri ESDM


Image : Diusulkan Sejak 2014, PLTGU Tenayan Diresmikan Menteri ESDM
Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Kawasan Industri Tenayan (KIT) - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Kawasan Industri Tenayan (KIT) diresmikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Kamis (12/5). PLTGU berkapasitas 275 Megawatt (MW) ini membuat cadangan listrik pulau Sumatera menjadi 443 MW.

"Dengan beroperasinya PLTGU Riau, daya mampu sistem kelistrikan Sumatera bakal meningkat menjadi 7.266 MW dengan beban puncak mencapai 6.823 MW, sehingga cadangan sistem kelistrikan Sumatera menjadi 443 MW," kata Arifin dalam pidatonya.

PLTGU Riau dikembangkan oleh PT. Medco Ratch Power Riau, anak usaha patungan antara PT. Medco Power Indonesia bersama RATCH Group Public Company Limited. Dengan listrik yang andal diharapkan dapat menarik investor sehingga bisa mendorong tumbuhnya industri menengah dan besar di pulau Sumatera.

Pembangunan PLTGU Riau dibangun dengan waktu yang cukup singkat patut diapresiasi. Pembangunan tidak ada kendala yang berarti.

"Terima kasih kepada gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru atas inisiatif yang mendorong proyek ini sehingga bisa dilaksanakan dan diselesaikan. Proyek ini guna memenuhi kebutuhan energi listrik, baik di daerah ini maupun untuk menunjang kawasan industri di daerah ini," ucap Arifin.



PLN juga telah menunjukkan kesiapannya dalam melayani kawasan-kawasan industri yang membutuhkan daya listrik besar sesuai lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Dengan pasokan listrik yang cukup dan merata diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Riau.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, pengoperasian pembangkit yang masuk dalam proyek 35.000 MW ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi strategis antara PLN dengan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dalam penyediaan listrik nasional. PLTGU Riau 275 MW ini menjadi capaian bersama.

"Di tengah tantangan kenaikan harga gas internasional yang sudah sampai 30 Dolar AS, operasional pembangkit hanya 4 Dolar AS saja di dalam negeri. Dengan berbagai inovasi, PLN bisa menekan Biaya Pokok Penyediaan listrik jadi lebih murah hingga 6 sen, dari rerata di subsistem Riau 8 sen,” ujarnya.

Selain dapat melistriki 340.000 pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA, hadirnya PLGTU ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. PLTGU ini menjadi titik awal untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Dijelaskannya, pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera sebesar 6 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Jawa yang pertumbuhannya sekitar 4,5 persen. Dengan adanya tol dan berbagai pembangunan di pulau Sumatera, muncul peningkatan kebutuhan listrik dari sektor perindustrian dan kegiatan ekonomi.



“Dengan PLTGU ini beroperasi, tentu listrik semakin andal dan berkualitas. Apalagi melihat pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera, 11 persennya datang dari sektor industri. Artinya potensinya besar. Untuk itu PLN siap menyambut tantangan memenuhi kelistrikan investor ke depan,” harap Darmawan.

PLN juga siap berkolaborasi dengan Pemprov Riau untuk mendukung kemajuan daerah, baik itu pembangunan kawasan ekonomi baru, industri baru, atau juga kawasan industri khusus yang ada dalam perencanaan.

Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus sangat menyambut baik dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di KIT. Perkembangan kota yang semakin besar, jumlah penduduk yang semakin bertambah hingga melebihi satu juta jiwa, dan tingginya tingkat pembangunan kawasan pemukiman serta gedung-gedung bertingkat termasuk KIT, sangat berpengaruh kepada tingginya kebutuhan listrik di Pekanbaru saat ini dan masa mendatang.

Jika menelisik sejarah, Firdaus sangat bersyukur beroperasinya PLTGU di KIT. Di penghujung 2014, Pemko Pekanbaru memasukan proposal untuk pembangunan PLTGU ini.

"Usulan kami disetujui oleh pemerintah pusat saat itu. Pembebasan lahan dilakukan pada 2016," ujar Firdaus.

Proses lelang hingga proses pembangunan konstruksi membutuhkan waktu dua tahun. Makanya, selesainya pembangunan PLTGU ini patut disyukuri. PLTGU ini ramah lingkungan karena emisinya kecil. Harga listriknya murah tapi kualitasnya bagus. Bahkan, PLTGU Tenayan Raya ini akan digadang-gadang menjadi role model nasional.

"Untuk ekspansi ke depan, kami juga mengusulkan kepada Menteri ESDM untuk pembangunan PLTGU tahap II di Pekanbaru. Karena PLTGU saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat umum di Riau. KIT sebagai salah satu rencana aksi pemulihan ekonomi nasional perlu dukungan tambahan kebutuhan listrik," jelas Firdaus.



Usulan tersebut disambut baik oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Pembangunan tahap dua bisa dilanjutkan dengan catatan ada pembelinya.

"Mari kita bersama-sama kita dukung pengoperasian pembangkit listrik demi kelangsungan Kota Pekanbaru, Riau, dan Indonesia ke depan. Karena ketersediaan listrik, air, telekomunikasi, dan jalan serta infrastruktur lainnya, kebutuhan vital atau urat nadi untuk perkembangan kota Pekanbaru Metropolitan yang bergerak menjadi Megapolitan. Saya juga menyampaikan rasa terima kasih mewakili masyarakat Pekanbaru kepada presiden dan Kementerian ESDM," ucap Firdaus. (Kominfo11/RD5)



Logo Pemkot

Pekanbaru.go.id

Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Tulis Komentar

[19/05/2022] Satpol PP Awasi Warnet yang Beroperasi Sampai Dini Hari [19/05/2022] Hadiri Musyawarah IPSM Ke-3, Kadinsos Pekanbaru Harapkan Sinergi Atasi Permasalahan Sosial [19/05/2022] Firdaus-Ayat Cahyadi Berhasil Benahi Manajemen ASN di Pemko Pekanbaru dalam 10 Tahun Kepemimpinan [18/05/2022] Wali Kota Pekanbaru Terima Penghargaan Kearsipan dari ANRI [18/05/2022] Kecamatan Bukit Raya Lahirkan Puluhan Inovasi dan Aplikasi Dalam Maksimalkan Layanan ke Masyarakat [18/05/2022] Selama Satu Dekade, Pemko Pekanbaru Miliki Prestasi di Bidang Perpustakaan dan Kearsipan