Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp267 miliar yang bersumber dari APBN murni 2019.Dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Pekanbaru, melaksanakan kegiatan jemput bola perekaman e-KTP di Rutan Sialang Bungkuk, Kamis (17/1/2019). Dalam kegiatan tersebut, total ada 50 warga binaan yang melakukan perekaman e-KTP.Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) Amanah Mandiri Kelurahan Sidomulyo Timur , Marpoyan Damai , Kamis (17/01/19) sukses diselenggarakan. "Masjid, selain sarana untuk ibadah, juga untuk membina rohani Islam untuk umat muslim (muslim). Maka setiap pagi Jumat, ada siraman rohani di Masjid Nurusalim ini. Karena ini baik, saya tegaskan ini wajib untuk seluruh ASN di Pemko Pekanbaru," terang Walikota Pekanbaru. Camat Bukit Raya, Wahyu Idris menyatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk membasmi prilaku penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah kerjanya. Untuk itu kepada setiap RT dan RW setempat diminta waspada dan jika ada hal yang mencurigakan mesti segera dilaporkan.Mengawali tahun 2019, Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitra melaksanakan Safari Posyandu. Monitoring ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Bulan ini, Posyandu Seroja Ceria Kelurahan Sialang Rampai menjadi lokasi safarinya.Meski sudah dilakukan penertiban berkali-kali, para pedagang pasar higienis masih saja terlihat berjualan disepanjang jalan Teratai Pekanbaru, dengan alasan kondisi pasar higienis yang sepi pembeli.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru dalam waktu dekat segera turun memperbaiki kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat Kota Pekanbaru.Meskipun waktu pemberian vaksin MR secara serentak di Pekanbaru sudah berakhir pada akhir tahun 2018 lalu, untuk masyarakat yang anaknya belum diberi vaksin MR dapat mendatangi Puskesmas terdekat.Saat ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru sudah memasang sebanyak 275 tapping box di lokasi wajib pajak seperti rumah makan, restoran, hotel dan tempat usaha lainnya yang ada di Kota Pekanbaru.Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, saat ini ada 2.049 industri rumah tangga (IRT) yang beroperasi di Pekanbaru. Dari ribuan tersebut, terbagi lima jenis, diantaranya industri kimia, industri pangan, agro dan kuliner.Diketahui, dua jenis usaha di Kota Pekanbaru, yakni perhotelan dan restoran, tak jujur dalam membayarkan pajak. Sebagian besar kecurangan wajib pajak (WP) itu sebelum dilakukan pemasangan alat perekam transaksi (tapping box) oleh pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru. Tercatat selisih pembayaran pajak mencapai Rp2 juta - Rp3 juta per bulan.Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) serentak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ini akan diikuti sebanyak 149 SMP negeri/swasta dan MTs negeri/swasta.Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin menyatakan, Kampung KB merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan atau membangun keluarga sejahtera. Awal tahun 2019 ini, ada 3 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang bakal disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD Kota Pekanbaru.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru berjanji akan fokus terhadap penanganan banjir, diantaranya menyambung drainase yang terputus. Demikian disampaikan Kepala PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution ketika di wawancara terkait pembangunan turap selama kurun waktu 2018Sepanjang tahun 2018 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru telah melatih sebanyak 180 tenaga kerja (naker)Jika tak ada halangan, mulai Februari 2019 mendatang, Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST, MT akan menyerahkan pengelolaan Sarana Angkutan Umum Masal (SAUM) Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) dari UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru ke PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP)Tidak hanya Jabatan Tinggi Pratama (JPT) yang akan diasessment oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. Tetapi, jabatan Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dibawah anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) juga akan diasessmentBadan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menertibkan sejumlah reklame yang telah habis masa tayang maupun isidentil yang tidak membayarkan pajak

Firdaus Upayakan Pekanbaru Punya Kampung Mandiri

Terinspirasi dari Kampung Sapi Astomulyo

Firdaus Upayakan Pekanbaru Punya Kampung Mandiri
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus meninjau Kelompok Ternak Limosin di Desa Astomulyo, Binaan PT Great Giant Livestock. Pekanbaru.Go.Id

LAMPUNG – Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, melakukan kunjungan kerja ke Kota Lampung untuk 'mencuri' ilmu para Kelompok Ternak Limosin di Desa Astomulyo, Binaan PT Great Giant Livestock, Kamis (4/10/2018).

Firdaus ingin mengadopsikan apa yang telah dilakukan para kelompok ternak sapi di Lampung ini, bisa dicontoh kelompok ternak di Pekanbaru. Hal ini, disebabkan karena kelompok ternak tersebut bisa menghasilkan ratusan juta rupiah hanya dengan memelihara sapi jenis limosin.

"Jadi kedatangan saya bersama pejabat terkait di Pemko Pekanbaru ini, tak lain untuk melihat langsung bagaimana kelompok ternak memiliki jiwa entrepreneur yang sangat luar biasa," kata Firdaus.

Firdaus menyebut, apa yang telah dilakukan para kelompok ternak di Desa Astamulyo, patut dicontoh karena hampir anak muda di sini tidak memiliki keinginan untuk bekerja ke luar daerah.

"Ini desa yang sangat cerdas. Para pemuda di sini juga sangat intelektual karena bisa memberikan semangat bagi pemuda yang lainnya untuk memelihara ratusan ekor sapi dan menjadi milyader di desanya sendiri," ujarnya seraya menyebut pemuda astomulyo tidak gengsi mengelola ternak sapi.

Dilanjutkan Firdaus, hampir setiap rumah di Desa Astomulyo memiliki kandang sapi dan mempekerjakan anak atau saudaranya untuk menjadi pengusaha ternak sapi.

"Jadi dengan lahan yang minim di depan rumah, para pengusaha muda di sini bisa menjual se ekor sapi jenis limosin dengan harga Rp25 sampai Rp26 juta. Sementara sapi yang mereka kelola jumlahnya puluhan bahkan ratusan ekor perorangnya," imbuhnya.

Kata Firdaus lagi, kunci untuk menjadi orang yang sukses memang harus diawali dengan niat, kemauan dan sumber daya manusianya.

"Apa yang dilakukan para kelompok tani di sini memang tidak instan. Tapi berproses. Nah ini yang harus dilakukan para pejabat di Pemko Pekanbaru agar bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Sarjono Ketua Kelompok Ternak di Desa Astomulyo di hadapan Wali Kota Pekanbaru dan para pejabat Pemko Pekanbaru mengatakan jika apa yang telah dilakukannya diawali dengan langkah yang salah dan tersesat.

"Saya dan yang lain memang tidak ada bakat di bidang peternakan. Tapi karena niat, maka dari tersesat jadi berbuah rezeki dan penghasilan. Khususnya bagi saya dan warga di desa ini," ujarnya.

Ia menyebut, satu ekor sapi jenis limosin yang dibeli dari umur 2 tahun dan dikelola selama 5 sampai 6 bulan bisa dijual dengan harga yang cukup besar yakni Rp25 sampai Rp26 juta.

"Jadi sapi yang kami ternak ini, kami suplay ke Padang, Jambi, Medan, Aceh, Riau dan kota lainnya. Bahkan, makanan yang kami peruntukan bagi sapi jenis lomisin ini pun hasil vermentasi dari kulit buah-buahan seperti nenas, singkong, kopi dan lainnya," pungkasnya. (KominfoRD1)

410

Live Streaming Pekanbaru

Galeri Video





Pengumuman Terkini
Ucapan-Ucapan
Akhbar Islam | Berita Artikel HikmahIUR - Informasi Utama RiauTutorial Jitu Akhbar IslamIndoportal - Portal Berita IndonesiaFirman Santosa - Jasa Web dan Aplikasi Riau