Sebagai kota investasi, Pemerintah Kota Pekanbaru selalu berinovasi dalam peningkatan pelayanan. Mulai dari mempermudah perizinan hingga pemberian pelayanan yang maksimal. Tahun ini, sebagai apresiasi itu, Pemko Pekanbaru dinobatkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik Tingkat Kota yang dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam ajang Investment Award 2018 di Jakarta, Kamis (12/7).Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang telah melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada hari jadi Pekanbaru ke-234 Senin (25/6) yang lalu, sepakat untuk membuat sebuah terobosan baru dalam hal mewujudkan Pekanbaru sebagai kota pintar yang diwujudkan melalui peningkatan pilar Smart Ekonomi. Plt Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahayadi, S.SI memimpin jalannya rapat Forkopimda di Aula Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (30/5), mengaku siap untuk mendukung apa yang diminta oleh Kapolresta Pekanbaru.Di hari pertama penukaran uang pecahan baru, ratusan masyarakat memadati Masjid Raya Annur, Rabu (30/5). Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia menetapkan Masjid Raya Annur sebagai tempat untuk penukaran uang pecahan baru.Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru mengatakan untuk memeriahkan hari jadi Pekanbaru ke 234, Juni mendatang, pihaknya akan menggelar kegiatan Pekanbaru heritage.Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah mengumunkan jika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD tahun ajaran 2018/2019 dimulai tanggal 2 Juli mendatang. Bagi wali murid yang ingin menyekolahkan anaknya di usia 6 tahun, wali murid diwajibkan melampirkan hasil uji psikolog.Memasuki pekan kedua Ramadhan, Harga ayam di Pekanbaru mengalami kenaikan. Rabu (30/5) kenaikan harga di kisaran Rp2.000-Rp5.000 perkilogramnya.BIla dibandingkan dengan tahun 2017 lalu terjadi peningkatan tingkat kelulusan siswa SMP sederajat di Kota Pekanbaru.Harga cabai di Kota Pekanbaru mulai mengalami penurunan memasuki pekan kedua Ramadhan, Rabu (30/5).Plt Wali Kota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si membuka lomba MTQ antar wartawan se-Riau yang ditaja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru di Masjid Ar Rahman, Sabtu (26/5).Plt Wali Kota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si, telah melakukan kegiatan serah terima sebanyak 2 aset dari Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.Muhammad Ardi dan Duwi Cut Diana Putri terpilih menjadi bujang dan dara Pekanbaru 2018.Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, Jumat (13/4) sore, mengunjungi Command Center Pemerintah Kota Pekanbaru di Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian yang berada di Jalan Pepaya, Pekanbaru.Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank Negara Indonesia (BNI) tentang peningkatan UMKM, Kamis (14/4).Plt Wali Kota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si membuka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (7/4) di Sport Center Andalan Roesmin Nurjadin.Demi memastikan seluruh halte bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) aman dan nyaman bagi penumpang, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Drs Kendi Harahap MT bersama anggota turun langsung memantau hal tersebut ke lapangan.Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru mulai mengedarkan surat imbauan kepada pedagang dan pengencer ikan kemasan (sarden,red) yang disinyalir mengandung cacing pita.Hingga Maret 2018, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat setidaknya 73 orang di Kota Pekanbaru terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).Kesempatan Kerja ! April Ini Disnaker Pekanbaru Gelar Job Fair 2018, akan dibuka 17-18 April mendatang di Politeknik Caltex Riau (PCR) Rumbai. Plt Wali Kota Pekanbaru Imbau Pusat Perbelanjaan Sediakan Sarana Ibadah

Cerita Pilu Popi, Terkena Virus Rubella saat Hamil

Cerita Pilu Popi, Terkena Virus Rubella saat Hamil
Pekanbaru.Go.Id

PEKANBARU-- Imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) Rubella saat ini terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan (Diskes). Hal ini mengingat dampak yang terjadi jika seorang anak terkena virus ini bisa menyebabkan disabilitas pada seorang anak.

Seperti cerita Popi yang terinfeksi virus rubella saat kehamilan sehingga berakibat pada kelainan bawaan sejak lahir pada anaknya. Dihadapan wartawan, Popi menceritakan bagaimana dirinya bisa terinveksi virus Rubella.

"Saat hamil 2 bulan, saya masih mengajar di salah satu sekolah swasta. Saya mengajar di ruangan tertutup dan ber AC. Tak ada sirkulasi udara di ruangan belajar tersebut. Saat itu kebetulan ada anak yang sakit campak. Sebagai seorang guru tentu saya harus berinteraksi dengan anak tersebut. Saya coba komunikasi dengan anak tersebut menanyakan bagaimana keadaannya. Apakah yang dirasakan dan sebagainya," ujar Popi memulai ceritanya pada wartawan.

Ia mengatakan selang beberapa minggu dirinya jatuh sakit dan merasakan nyeri sendi, demam naik turun dan ada ruam merah di beberapa bagian tubuh.

"Akhirnya saya dan suami pergi ke dokter untuk berobat. Disana saya ditanya apa aktivitas saya sebelum sakit. Setelah saya ceritakan dokter tersebut mengatakan bahwa seorang ibu hamil memang dilarang berinteraksi dengan orang yang sakit campak. Akhirnya saya menjalani tes darah dan ternyata positif terkena Rubella," ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya bersama suami sudah diberi penjelasan akibat dari Virus ini terhadap perkembangan anaknya jika sudah dilahirkan. Namun dirinya dan suami tetap mempertahankan kehamilannya dan akhirnya hari bahagia itupun tiba. Popi melahirkan dengan selamat.

"Di usia 2 bulan, keanehan mulai terlihat. Anak kita tidak merespon setiap dibunyikan kerincingan mainan. Hingga umur 3 bulan juga begitu. Tapi kami berpikir mungkin karena masih bayi. Hingga akhirnya suatu hari tetangga mengatakan anak kami sombong, karena setiap dipanggil tidak menoleh. Kami serasa mendapat sentilan dan Allah. Akhirnya kami langsung periksakan anak kami ke Awal Bros namun saat itu di rumah sakit tersebut tidak tersedia alat dan hanya di RS Eria Bundalah alatnya ada. Akhirnya anak kami dibawa kesana dan ternyata positif anak kami tidak bisa mendengar dan ini disebabkan oleh virus Rubella," jelasnya.

"Kami langsung bawa anak kami ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan," imbuhnya.

Sejak saat itulah, Popi terus berusaha memberikan penanganan dan pengobatan untuk anaknya berapapun biayanya. Mulai dari terapi pendengaran hingga menggunakan alat bantu dengar.

Untuk itulah dirinya berpesan agar orangtua lain mau mengimunisasi anaknya dengan vaksin MR untuk mencegah terjadinya penularan rubella dari anak kepada ibu hamil agar tidak menginfeksi janin dan melahirkan anak dengan cacat bawaan.

"Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Vaksin MR sangat perlu. Kita semua tentu tidak mau anak kita mengalami hal ini. Sebelum semua terlambat," pungkasnya. (kominfo3/RD1)

45

Live Streaming Pekanbaru

Galeri Video



Pengumuman Terkini
Ucapan-Ucapan
Akhbar Islam | Berita Artikel HikmahIUR - Informasi Utama RiauTutorial Jitu Akhbar IslamIndoportal - Portal Berita IndonesiaFirman Santosa - Jasa Web dan Aplikasi Riau